GTD memberi metode menangani task-task di dunia modern yang semakin dinamis. GTD pertama kali dicetuskan oleh David Allen lewat bukunya. Sejak saat itu, banyak yang sudah menjadi fans dari GTD. Saya officially belum menjadi pengikutnya. Karena itu, saya menyusun daftar (just short list he..he) resources untuk belajar GTD. Hope you can learn from it too …
- Buku Getting Things Done (GTD) oleh David Allen.
- Video Presentasi David Allen di Google Talk.
- Video Interview David Allen dengan WorkFast TV.

Buku GTD memiliki sub title “The art of stress-free productivity”. Kesan pertama kita mungkin mencibirkan bibir. Dipahami. Kita sudah dibanjiri metode-metode psikologi untuk mengurangi stress tetapi hasilnya nol kecil —kalau tidak dibilang nol besar ha..ha..ha. Akan tetapi, don’t judge the book by its cover. Review dari para pembaca di amazon positif. Jumlah yang comment juga banyak sekitar 586 reviewer. (Promising eh?)
Beralih ke daftar yang kedua …

http://www.youtube.com/watch?v=Qo7vUdKTlhk
Di video ini, David Allen memberikan presentasi overview tentang GTD. Presentasinya inspiring. Sesekali diselingi dengan joke-joke kecil. Salah satunya terlihat di screenshot video di atas
.
Dia sedang memperagakan seorang master commander ha..ha..ha (Don’t know why he acted like that). Master Commander adalah tipe orang yang punya control dan perspective yang bagus. Katanya, control = conscious focused engagement, aware of all options at any one time and place. Sedangkan, perspective = aligned and clear about decisions, directions, and priorities.

Jadi, control lebih berkaitan dengan manajemen secara horizontal. Semisal, sebelum liburan apakah kita sudah memastikan kompor mati, tiket sudah dibawa, sudah search info tentang lokasi-lokasi yang akan dikunjungi, petanya sudah disiapkan, pakaian, keperluan mandi, dan lain-lain. Sedangkan perspective berkaitan dengan manajemen secara vertikal. Apa purposenya -> vision-nya -> goal-nya -> area of focus/resposibility-nya -> projects-nya -> dan akhirnya next-actions-nya.
Matriks di atas menggambarkan kategori tipe orang berdasarkan kemampuan control dan perspective-nya.
Enough theory, lanjut ke poin berikutnya …

http://www.youtube.com/watch?v=VPSzAz_ZQIA
Sekali lagi David Allen memaparkan what is Getting Things Done. Ada satu rahasia yang dibocorkannya. Ssh … don’t tell anybody. David Allen bukanlah orang yang rajin, disiplin, dan semacamnya. He sleeps as long as he can ha..ha..ha
. Dia hanya ingin mencari cara bagaimana bisa sampai dari sini ke sana secara efisien. Dari initial condition kita saat ini ke kondisi goal kita tercapai. Dari keinginan inilah, metode GTD muncul.
Caveat: GTD oleh David Allen hanya memberikan prinsip-prinsip dan guidance, serta implementasi spesifik dari GTD. Nah, pengimplementasian inilah cruxnya dari GTD. Masing-masing orang bisa berbeda-beda mengimplementasikan GTD. Search web untuk mencari implementasi yang cocok (paper based atau digital based) bagi kita masing-masing.
[Postingan lain di blog ini tentang GTD: Mencoba Getting Things Done]
That’s it, now we get back to work …

