zeno

Achilles dan Kura-Kura Lomba Lari

Siapa yang Menang? Jelas, Achilles lah yang akan menang. Tidak diragukan lagi. Achilles manusia perkasa di zaman Yunani Kuno. Banyak wanita memujanya. Kura-kura? Semua orang tahu jalannya begitu lambat. No chance, even slightly, the tortoise is gonna win.

Tetapi pendapat di atas tidak berlaku bagi Zeno. Zeno, filsuf yang sering bikin pusing orang Yunani dengan paradoksnya, mengatakan dengan lantang kura-kura yang menang. Bukan sarkasme. Memang menurut pendapatnya, kura-kura yang menang.

Hmm interesting.. Bagaimana bisa? Inilah argumen Zeno yang terkenal dengan nama paradoks Zeno.

Paradoks Zeno

Achilles dan kura-kura akan berlomba lari 100 meter. Achilles dapat berlari dengan kecepatan 10 meter per detik, sedangkan kura-kura hanya mampu berlari 5 meter per detik. Uhm.. kura-kura sebenarnya tidak secepat 5 meter per detik sih, tapi –seperti kata guru dan dosen kita– untuk sederhananya kita anggap 5 meter per detik. :)

Well, dari head-to-head kecepatan itu, Achilles –selain manusia perkasa juga sportif– berbaik hati memberikan keuntungan start bagi sang kura-kura 10 meter di depannya. Tidak masalah, mungkin begitu pikir Achilles. Jadi, siapa yang menang?

Continue reading

group-telepon

Belajar dan 7 Chunks

Pernah mempunyai teman sekelas yang dapat menyerap pelajaran lebih cepat dari kita. Kenapa bisa begitu? Well, mungkin dia sudah familier dengan bidang pelajaran itu. Atau mungkin dasarnya kita aja yang kurang pandai dibanding dia. Hmmm, maybe the latter is more likely. :)

Kedua alasan itu bisa benar, tetapi ada penjelasan lain yang lebih berguna. Bahkan bila menyadarinya, kita bisa menjadi Expert di bidang manapun juga. :)

Konon, tiap orang mempunyai kurang lebih 7 chunks untuk memproses informasi dalam saat bersamaan (dari paper The Magical Number Seven, Plus or Minus Two: Some Limits on our Capacity for Processing Information). Teman kita dan kita mempunyai kapasitas yang sama. Yang membedakannya adalah lebar tiap chunk. Expert memiliki chunk yang jauh lebih lebar dibanding Layman.

But wait a sec, what is chunk? Eksperimen di catur berikut mengilustrasikannya.

Coba ingat-ingat posisi bidak di papan catur ini dalam 10 detik.

Bisa dipastikan kita yang bukan Chess Master tidak bisa merekonstruksi posisinya kembali. Namun bagi para Grandmaster, mengingat posisi catur di atas bukanlah hal yang sulit. Kenapa?

Continue reading