Ketika kata-kata dan tabel kurang kuat untuk mendukung argumentasi, mereka lantas beralih menggunakan grafik. Tool yang eye-catching! Kali ini melanjutkan postingan Berbohong dengan Statistik, kita beralih ke trik menggunakan grafik. Di bab “The Gee-Wiz Graph“, Darrel Huff membahas trik ini dengan menarik. I will summarize his stories so that in a shorter time you’ll get the ideas …
Line graph sangat berguna untuk menunjukkan trends. Misalkan, kita ingin menggambar grafik yang menunjukkan bagaimana pendapatan nasional naik sebesar 10% dalam setahun. Bagaimana kita akan menggambarnya? Easy. Tulis di sebelah bawah nama-nama bulan dan di sampingnya angka-angka dalam satuan billion dollars (verbatim, repot mengadaptasikannya ke rupiah
). Letakkan point-point kita, lalu gambar garis yang menghubungkan point-point tersebut. Kurang lebih grafiknya seperti ini.
Nah, gambar ini cukup jelas. Grafik menunjukkan apa yang terjadi dalam setahun. Yang membaca bisa memahaminya karena grafik ini proporsional dan juga ada titik origin (nol) di bawahnya untuk perbandingan. 10% persen terlihat seperti 10%
.
Grafik ini serves well jika goal kita menyampaikan informasi. Tetapi misalkan kita ingin memenangkan argumen, mengejutkan pembaca, atau menjual sesuatu. Untuk goal tersebut, grafik ini terlihat kurang impresif. Kita lantas memotongnya seperti ini.
Lumayan. Angka-angkanya masih sama, begitu juga kurvanya. Tidak ada yang diubah kecuali impresi yang diberikan. Pembaca sekarang melihat garis pendapatan nasional menanjak sepanjang hampir sepertiga halaman, karena kebanyakan bagian grafik asli tidak ada di situ lagi. Secara visual, kenaikan yang kecil menjadi tiba-tiba besar. Pembaca yang tidak teliti bisa terkecoh.
Setelah trik truncating, kita dapat menambah trik lainnya yang lebih impresif lagi. Tinggal ganti proporsi antara sumbu x dan y. Tidak ada yang melarang. Tick-mark yang kita gunakan sekarang 1/10 dari tick-mark grafik sebelumnya.
Wow … impresif bukan? Siapapun yang melihatnya pasti mengira betapa makmurnya negara itu.
Trik lain yang sering dipakai adalah dengan memotong bar chart di tengah-tengah seperti ini.
Pemotongan ini menandakan tick-mark yang pertama setelah titik origin langsung 3,100,000. Lihat kenaikan dari last quarter 1952 ke first quarter 1953. Kenaikan yang hanya (3.205.000-3.140.709) = 64291 atau sekitar 2%, tiba-tiba terlihat seperti 100% atau dua kalinya.
That’s it for today, happy statistics …




jadi makin ngerti seluk-beluknya statistik nih bro. inspiring. apalagi gambarnya versi berwarna, ga item putih ky bukunya
“ganti proporsi antara sumbu x dan y. Tidak ada yang melarang. Tick-mark yang kita gunakan sekarang 1/10 dari tick-mark grafik sebelumnya.”
klo distatistik ngga begitu kliatan ya. klo peta diganti ukuran sumbunya bakal kliatan njomplang, mengkerut sebelah he3
btw nggambarnya pake apa itu bro? fiturnya notes visual evernote? ato GIMP? cool.
Glad it helps bro
. Bagian menyenangkannya, kita bisa nemuin trik grafik ini dimana aja. Kemarin aja aku lihat di iklan di koran. Iklannya nunjukin bunga bank tertentu yang lebih tinggi daripada bank-bank yang lainnya. Meski bedanya beda-beda tipis, tapi bar chart-nya memberikan kesan perbedaan yang besar.
Gambar ginian terpengaruh rajesh setty ama back of the napkin itu bro yg mengadvokasi visual thinking. Gambarnya pake skitch, gridnya bikin tabel di word lalu discreenshot he3.
wahaha.. suka ma math yak, Mas? aku lg belajar statistik nih, n suka pusing sendiri.. coba, coba, bahas yg laen juga dong, haha..
dulu sih gak suka,,, mgkin krn cara mendekati matematika yg salah… trs aku ubah pendekatannya, malah jadi suka hi..hi..hi
ayo Mas, post yang laen dong, yang berbau-bau math ato statistik gt