Penyalahgunaan Statistik (1)

Setelah nonton video kuliah introduction to computer science, mendapat pengetahuan yang menarik. Meski kuliahnya komputer, tetapi membahas statistik juga. Memang probabilitas dan statistik ini digunakan di mana-mana. Fenomena random meliputi banyak bidang. Furthermore, we all live in the uncertain world, don’t we? :) .

Statistik itu penting dan bermanfaat, tapi hati-hati dengan penyalahgunaan statistik.

(0). Hati-hati dengan orang yang memberikan properti dari data, tetapi bukan datanya.

Kita sering lihat orang-orang melakukan ini. Misalkan, orang datang dan berkata, “Inilah nilai rata-rata dari kuis dan standar deviasinya.” Itu tidak memberitahu kita banyak tentang posisi kita, karena mungkin tidak terdistribusi normal. Kita perlu lihat datanya. Dan, jika kita melihat sekilas datanya, ya itu terdistribusi normal sehingga standar deviasinya meaningful. Jadi, jika bisa setidaknya coba lihat datanya.

(1). Cum hoc ergo propter hoc. With this, therefore because of this. Yang ingin dikatakan adalah correlation tidak mengimplikasikan causation.

Jadi, terkadang dua hal yang sama-sama naik, atau sama-sama turun, kemudian orang menyimpulkan bahwa kedua hal tersebut memiliki hubungan sebab akibat. Satu hal menyebabkan yang lain. Hal tersebut tidak benar. Ini termasuk logical fallacy.

Kita lihat contohnya, ada suatu laporan studi medis epidemi. Laporan itu menunjukkan bahwa wanita yang ikut terapi penggantian hormon diketahui memiliki resiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah dibanding yang tidak mengikutinya. Hal ini menyebabkan para dokter menyatakan bahwa terapi penggantian hormon untuk wanita setengah baya bisa menjadi penjaga dari penyakit jantung koroner. Akibatnya, banyak kalangan medis yang menyarankan terapi ini.

Kemudian, pemeriksaan yang terkontrol menemukan bahwa terapi penggantian hormon bagi wanita malah sedikit meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.

Jadi, mereka melihat korelasi ini, menyimpulkan sebab akibat, dan akhirnya membuat resep. Tetapi, ternyata salah.

Bagaimana hal ini bisa terjadi …? How could this be …?

Ternyata, para wanita yang ada di studi tersebut, yang mengikuti terapi penggantian hormon, cenderung berasal dari kalangan sio-ekonomi yang lebih tinggi daripada yang tidak mengikutinya. Karena asuransi tidak menyertakan terapi, maka orang-orang yang kaya-lah yang mengikutinya. Dan ternyata, orang-orang kaya melakukan banyak hal lain untuk menjaga jantungnya. Jadi, secara umum lebih sehat daripada orang yang miskin.

Faktanya, ada variabel lain yang berarti. Ini yang disebut di statistik, lurking variable. Studi lebih lanjut, yang mengontrol lurking variable ini, menunjukkan bahwa terapi ternyata tidak bagus dan malah bisa membahayakan.

Jadi, ini sesuatu yang perlu diingat. Jika kita melihat korelasi, jangan asumsikan sebab-akibat. Dan juga, jangan berasumsi bahwa tidak ada lurking variable yang malah mungkin merupakan faktor dominan.

To be continued –> Penyalahgunaan Statistik (2)

Btw, Happy Statistics … :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s