Apakah anda sering mengetik dengan keyboard (mengetik dokumen, email, blog, etc)? Apakah anda sudah bisa mengetik tanpa melihat keyboard (supaya leher tidak pegal,
supaya keren)?Bila sudah, bisa abaikan tulisan ini dan anda dapat meneruskan blogwalking. Bila belum, tulisan ini mungkin berguna bagi anda.
Ketika pertama kali mengenal komputer (waktu SMA), saya mengetik pada keyboard dengan dua jari telunjuk. There is a joke, I type with 11 fingers.
Kemudian, dengan pengalaman berkomputer bertambah (jadi mahasiswa), saya bisa menggunakan semua jari (Actually, not all of them. But at least, more than two). Tentu, mengetiknya menjadi lebih cepat. Tapi saya merasa ada yang kurang. Saya masih selang-seling melihat keyboard dan monitor (back and forth, bikin leher pegal)! And I often see other people do the same thing.
Sadar hal ini, posisi huruf-huruf saya coba hafalkan. Tidak berhasil juga. Saya pastinya tidak menggunakan metodologi yang benar. Baru kemudian, pencerahan itu datang. Memang ada metodologi yang bisa digunakan untuk mengetik, salah satunya Touch Typing. (Ada juga metode yang lain, saya lupa namanya).
…. (To Be Continued)
