Ayo belajar Neural Network sehingga ngerti dan bisa jawab kalau ditanyain.
Buku Negnevitsky “AI: A Guide to Intelligent System” nampaknya asyik untuk dibaca. Baca bagian-bagian awalnya, ternyata cukup jelas dan gamblang, meminjam istilah yang dipakai Nyoman. Setelah neural network, saya juga ingin baca bagian fuzzy-nya serta rule-based expert system-nya. Lumayan buat pembanding dengan buku “A Course in Fuzzy System” dan “AI: A Knowledge Based Approach” yang sudah digunakan sebagai buku teks kuliah.
Kebetulan juga format isinya klop dengan yang saya maui. Sejak dulu saya ingin me-make sense konsep-konsep ilmu yang didapat. Bahasan dalam buku Negnevitsky ini dimulai dengan pertanyaan. Pertanyaannya menggali alasan kenapa konsep-konsep tersebut digunakan, bagaimana menggunakannya, kenapa masuk akal, dan sebagainya. Ini sama juga dengan yang mau saya tanyakan. Karena dengan begini, saya jadi termotivasi belajarnya. Saya ingin betul-betul memahaminya, bukan hanya dengan penghafalan. Cara belajar ini sudah saya praktekkan saat mempelajari probabilitas. Meskipun belum selesai, hasilnya sudah lumayan. Dulu saya kesulitan membedakan kapan menggunakan permutasi dan kapan menggunakan kombinasi. Namun sekarang sudah bisa, meskipun nggak mahir-mahir amat.
Hal yang sama juga berlaku pada konsep standar deviasi. Hanya tahu rumusnya saja tetapi nggak ngerti kenapa standar deviasi digunakan, kenapa rumusnya bisa seperti itu. Untung ada blog yang membahas standar deviasi. Setelah baca, baru paham dan bisa menerima konsep standar deviasi. Artikel yang membahas standar deviasi tersebut berjudul “Making Sense Standard Deviation”. (Bisa dibaca di sini: http://amarsagoo.blogspot.com/2007/09/making-sense-of-standard-deviation.html). He..he..he..Jujur, istilah me-make sense yang saya gunakan, saya pinjam dari judulnya ini. Meskipun ngikut-ngikut, tapi tujuan saya memang seperti itu. Ya udah saya pakai istilah me-make sense untuk seterusnya.

