Feed on
Posts
Comments

Apakah anda sering mengetik dengan keyboard (mengetik dokumen, email, blog, etc)? Apakah anda sudah bisa mengetik tanpa melihat keyboard (supaya leher tidak pegal, supaya keren)?

Bila sudah, bisa abaikan tulisan ini dan anda dapat meneruskan blogwalking. Bila belum, tulisan ini mungkin berguna bagi anda.

Ketika pertama kali mengenal komputer (waktu SMA), saya mengetik pada keyboard dengan dua jari telunjuk. There is a joke, I type with 11 fingers.

Kemudian, dengan pengalaman berkomputer bertambah (jadi mahasiswa), saya bisa menggunakan semua jari (Actually, not all of them. But at least, more than two). Tentu, mengetiknya menjadi lebih cepat. Tapi saya merasa ada yang kurang. Saya masih selang-seling melihat keyboard dan monitor (back and forth, bikin leher pegal)! And I often see other people do the same thing.

Sadar hal ini, posisi huruf-huruf saya coba hafalkan. Tidak berhasil juga. Saya pastinya tidak menggunakan metodologi yang benar. Baru kemudian, pencerahan itu datang. Memang ada metodologi yang bisa digunakan untuk mengetik, salah satunya Touch Typing. (Ada juga metode yang lain, saya lupa namanya).
…. (To Be Continued)

Equation Problem

I often use Microsoft Equation for making formulas. But recently I had a problem with it. After I had made a formula, I quited microsoft equation. Then I found out that the formula did not appear in the screen correctly. The symbols in the formula looked strange. At first, I thought that it might be some fonts on my computer were missing. Then I copied all fonts on my friend’s computer which had not this problem to my computer. But the problem was still not solved.

Then I tried to use Math Type. It gave a warning that it required a newer version of MT Extra (True Type) than the one installed on my computer. Maybe the warning of MathType was related with the problem of Microsoft Equation. I did not know for sure.

I copied all fonts on my notebook to my computer and then the problem was solved. Hore…

But until now , I still do not have an idea which font I got the trouble with……

Dulunya Media player tidak mau dijalankan di komputer saya. Setiap kali mengklik aplikasinya, selalu muncul peringatan “Internal application error”. Namun sekarang sudah tidak lagi. Ini cara yang digunakan.

1. Reregister jscript.dll

> Lewat kotak Run, ketikkan perintah regsvr32 jscript.dll

Bila berhasil, maka akan muncul peringatan seperti berikut.

2. Reregister vbscript.dll

> Pada kotak Run, berikan perintah regsvr32 vbscript.dll

Bila berhasil, muncul peringatan seperti ini.

Kemudian media player dijalankan dan behold! Media player bisa digunakan lagi untuk memainkan lagu “Feel” dari Robbie Williams.

Akhirnya sekarang saya sudah tahu apa artinya teks biru itu. Dulu saya curiga dengan warna biru pada nama file. Dikiranya file tersebut terjangkit virus. Jumlah file yang seperti ini juga cukup banyak. Tapi kok sistem saya berjalan normal-normal saja.

Ternyata nama file dengan warna biru menandakan kalau file tersebut ter-compress. Kenapa bisa begini ya? Asal mulanya dari disk cleanup. Untuk menghemat ruang, saya pernah menjalankan disk cleanup. Ternyata ada opsi compress di dalamnya.

Jadi Windows akan meng-compress file-file yang dipilih secara acak. Ketika file tersebut akan dibuka, windows meng-uncompressnya terlebih dulu. Setelah file selesai digunakan, windows kembali meng-compressnya. Untuk membedakan antara file yang di-compress dengan yang tidak, digunakan warna biru pada nama file. Normalnya, nama file berwarna hitam.

Dengan pengkompresan ini, kita dapat menghemat ruang harddisk. Tetapi sistem mungkin menjadi sedikit lambat karena tiap kali membuka file yang ter-compress, windows harus men-decompressnya.

Untuk mengembalikan file yang ter-compress ke file aslinya, klik kanan file -> properties -> advanced -> hilangkan opsi compress


Sekarang file sudah kembali ke aslinya dan teks biru tidak muncul lagi.

Tambahan:
Normal: Hitam Ter-compress: Biru Ter-enkripsi: Hijau
Di Tools -> Folder Options terdapat pilihan menampilkan files yang ter-compress dan ter-enkripsi dengan warna.

Baca Negnevitsky

Ayo belajar Neural Network sehingga ngerti dan bisa jawab kalau ditanyain.

Buku Negnevitsky “AI: A Guide to Intelligent System” nampaknya asyik untuk dibaca. Baca bagian-bagian awalnya, ternyata cukup jelas dan gamblang, meminjam istilah yang dipakai Nyoman. Setelah neural network, saya juga ingin baca bagian fuzzy-nya serta rule-based expert system-nya. Lumayan buat pembanding dengan buku “A Course in Fuzzy System” dan “AI: A Knowledge Based Approach” yang sudah digunakan sebagai buku teks kuliah.

Kebetulan juga format isinya klop dengan yang saya maui. Sejak dulu saya ingin me-make sense konsep-konsep ilmu yang didapat. Bahasan dalam buku Negnevitsky ini dimulai dengan pertanyaan. Pertanyaannya menggali alasan kenapa konsep-konsep tersebut digunakan, bagaimana menggunakannya, kenapa masuk akal, dan sebagainya. Ini sama juga dengan yang mau saya tanyakan. Karena dengan begini, saya jadi termotivasi belajarnya. Saya ingin betul-betul memahaminya, bukan hanya dengan penghafalan. Cara belajar ini sudah saya praktekkan saat mempelajari probabilitas. Meskipun belum selesai, hasilnya sudah lumayan. Dulu saya kesulitan membedakan kapan menggunakan permutasi dan kapan menggunakan kombinasi. Namun sekarang sudah bisa, meskipun nggak mahir-mahir amat.

Hal yang sama juga berlaku pada konsep standar deviasi. Hanya tahu rumusnya saja tetapi nggak ngerti kenapa standar deviasi digunakan, kenapa rumusnya bisa seperti itu. Untung ada blog yang membahas standar deviasi. Setelah baca, baru paham dan bisa menerima konsep standar deviasi. Artikel yang membahas standar deviasi tersebut berjudul “Making Sense Standard Deviation”. (Bisa dibaca di sini: http://amarsagoo.blogspot.com/2007/09/making-sense-of-standard-deviation.html). He..he..he..Jujur, istilah me-make sense yang saya gunakan, saya pinjam dari judulnya ini. Meskipun ngikut-ngikut, tapi tujuan saya memang seperti itu. Ya udah saya pakai istilah me-make sense untuk seterusnya.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

/* Code in C */
#include<stdio.h>

int main()
{
printf(”Hello world!\n”);
return 0;
}